Ukuran Lapangan Futsal Sesuai Aturan FIFA

Buat teman-teman yang ingin membuat lapangan futsal standar sesuai aturan FIFA (untuk bisnis, untuk pribadi ...wow, atau untuk sarana umum) disini saya buatkan postingannya. Sumber dari fifa.com. Pengennya sih bikin lapangan futsal buat usaha sekaligus menyalurkan hobby. Ya sambil bermimpi dan berusaha mewujudkannya, tidak salah mulai sekarang nyicil bikin sketsa dan ukurannya. Semoga bermanfaat.

1. Ilustrasi Lapangan

Sebenarnya FIFA sendiri tidak mematok ukuran lapangan futsal harus sekian dan lebar harus sekian. FIFA membagi ukuran lapangan futsal menjadi 2, yaitu ukuran untuk pertandingan internasional dan ukuran pertandingan non-internasional. 
Ukuran lapangan pertandingan Internasional:
Panjang Maksimal  42 m

Minimal 38 m
Lebar Maksimal 25 m

Minimal 20 m

Ukuran lapangan pertandingan non-internasional:
Panjang Maksimal    42 m

Minimal 25 m
Lebar Maksimal 25 m

Minimal 16 m

Berikut ilustrasi lapangan standar dengan panjang 40 m dan lebar 20 m.
Jari-jari lingkaran tengah adalah 3 m. Titik pinalti pertama  berjarak 6 m dari tengah gawang, sedangkan untuk titik pinalti kedua berjarak 10 m dari tengah gawang. Zona pergantian pemain antara kedua tim masing-masing 5 m dari garis tengah lapangan, dengan lebar 5 m. Untuk area corner kick, berbentuk seperempat lingkaran dengan jari-jari 25 cm. Untuk detail per bagian lapangan bisa dilihat pada gambar dibawah.

2. Ilustrasi Lapangan Futsal.

3. Ilustrasi Area Pinalti
Untuk area pinalti dapat dilihat seperti gambar di atas. Dimana lebar gawang adalah 3 m, ditambah tebal tiang berdiri masing-masing 80 cm, sehingga total lebar gawang adalah 3,16 m. Untuk pembuatan area pinalti, buat seperempat lingkaran dengan radius 6 m dari masing-masing titik gawang paling luar. Kemudian sisa garis dipertemukan sehingga jarak garis pinalti di depan gawang adalah sama 6 m dari garis gawang (terserah bagaimana caranya sih, liat aja di ilustrasi nomor 3 di atas) . Untuk pembuatan titik pinalti kedua bisa menggunakan garis imajiner seperti gambar ilustrasi nomor 2.

4. Ilustrasi Ukuran Gawang

Tinggi gawang adalah 2 m dan lebar 3 m, tebal tiap tiang gawang adalah 80 cm. Sehingga total lebar gawang beserta tiang gawang adalah 3,16 m dan tinggi gawang termasuk tiang adalah 2,08 m.
 
5. Ilustrasi Zona Pergantian Pemain
Untuk pembuatan zona pergantian pemain, jarak bench dari garis tengah adalah 5 m, sementara lebar area pergantian pemain adalah 5 m. Zona pergantian pemain ini dibatasi garis bujur sepanjang 40 cm dengan tebal 8 cm. Untuk jarak area teknik dengan garis lapangan adalah 75 cm.  Aturan zona teknik tidak ada penjelasan detail, tetapi ilustrasi gambar dari FIFA seperti gambar nomor 5. ^^


Mungkin itu yang dapat saya share. Maaf kalau ada kekeliruan. Semoga bermanfaat.

Sumber: www.fifa.com

Membuat Signature Email pada Gmail

Lama tidak posting di blog, kebetulan tadi lagi kirim-kirim email ke banyak alamat. Nah sayangnya saya sering lupa menuliskan signature (tanda tangan) di setiap email yang saya kirim. Memang hal seperti terkesan tidak penting, tapi akan sedikit menambah estetika ketika kita berkirim email. Apalagi kalau email itu ditujukan antar instansi, perusahaan, atau organisasi lainnya. Tentunya dengan adanya signature (tanda tangan email; baik berupa nama, alamat resmi, nomor telepon atau nomor faksimile) akan memudahkan pihak penerima berkomunikasi dengan kita tidak hanya melalui email saja.

Cara membuat signature email Gmail, sebagai berikut:

1. Masuk ke Gmail Anda, kemudian klik icon Setting seperti pada gambar dibawah ini (yang dilingkari warna merah).

2. Pilih menu Setting seperti gambar di bawah ini.

3. Pada menu Setting>klik General (nomor 1) > sorot ke opsi Signature (nomor 2) > pilih tombol di bawah "No Signature" (nomor 3) > kemudian isi Signature (tanda tangan) email Anda.


Nah signature email Anda sudah jadi, dan ini akan secara otomatis tertulis setiap kita mengirim email. Lumayan gak usah repot ngetik-ngetik lagi ^_^.


Tips Belanja di Pasar Swalayan atau Minimarket

Zaman seperti sekarang semua serba dituntut praktis dan tidak ribet. Salah satunya adalah dalam hal berbelanja. Tradisi belanja ke pasar kini sudah mulai ditinggalkan beberapa masyarakat, khususnya yang di kota-kota. Mereka lebih memilih untuk berbelanja di pasar swalayan atau mini market.. Alasannya simpel saja, di swalayan lebih bersih, dingin karena ada ac, bisa ambil sendiri, produk yang ditawarkan lebih beraneka ragam dan hampir semua ada. Bahkan akhir-akhir ini masyarakat di pinggiran kota atau di desa sekalipun sudah akrab dengan belanja di mini market. Hal ini dikarenakan perkembangan bisnis minimarket di negara ini sudah menggurita begitu cepatnya, hampir di setiap kecamatan sudah berdiri minimarket-minimarket. Nah, karean berbelanja di minimarket atau pasar swalayan sudah menjadi kebiasaan warga di Indonesia, disini saya ingin sekedar berbagi tips saat berbelanja di minimarket atau swalayan. Tentunya tips ini saya peroleh berdasarkan pengalaman-pengalaman saya selama ini, hehe. Semoga bermanfaat.

1. Bawa dompet (harus ada isi uang, kredit card/debit card, pokoknya yang bisa untuk bayar)
Yup, sebelum anda ke mini market/swalayan. Hal pertama yang harus anda cek adalah apakah di dompet sudah ada di kantong/tas anda. Jangan sampai hal ini terlupakan, karena akan berakibat fatal bagi diri anda. Coba bayangkan, saat anda asyik mengambil barang-barang di minimarket/swalayan dan dengan santainya memasukkan barang ke troli atau keranjang, kemudian saat ke kasir tiba-tiba dompet anda tertinggal di rumah. Pasti rasa malu akan menyelimuti hari anda. haha.Sering kali kita juga lupa membawa uang cash di dompet, untuk itu perlu juga kartu kredit atau debit didompet sekedar untuk jaga-jaga jika tidak ada uang cash.

2. Beli barang sesuai kebutuhan 
Yang kedua ini masih ada kaitannya dengan tips pertama tadi. Sebelum anda ke minimarket terdekat, pastikan anda tahu akan membeli apa saja di sana. Tentunya harus dipertimbangkan dengan isi uang yang ada didompet. Jangan sampai karena melihat barang menarik yang tinggal ambil, kita tidak mempertimbangkan jumlah uang yang dibawa. ujung-ujungnya saat anda mendekat ke kasir ternyata apa yang anda beli melebihi uang yang anda bawa. Malu lagi deh. ^^

 3. Siapkan daftar yang ingin dibeli
Untuk memudahkan membeli barang dan menyesuaikan dengan isi kantong. Tidak ada salahnya untuk membuat daftar/catatan kecil tentang barang apa saja yang akan kita beli. Ini juga mencegah kita membeli barang sekedar karena keinginan saja, tapi sebenarnya tidak kita butuhkan.

4. Pastikan harga yang tertera di price tag adalah benar
Nah, ini juga ada korelasi dengan tips sebelumnya. Biasanya pihak minimarket atau swalayan lupa mengupdate harga untuk tiap-tiap barang, atau mungkin price tag tersebut sebenarnya untuk produk lain yang berdekatan. Sehingga terkadang pembeli salah mengambil dan memperkirakan harga sebenarnya. Nah agar tidak salah pastikan nama produk serta harga yang tertera di price tag sama dengan produk yang ingin anda beli. Kalo masih belum yakin, menurut saya anda tanyakan lagi kepada karyawan minimarket.

5. Jangan terpesona dengan diskon
Seringkali untuk menarik perhatian pengujungnya, minimarket/swalayan memberikan harga promo atau diskon. Misalnya saja beli 1 gratis 1, atau beli kombinasi 2 produk maka dapet potongan harga dsb. Nah untuk yang satu ini, diperlukan kebijakan anda sendiri. Sebaiknya jangan terlalu terpesona dulu dengan penawaran yang diberikan. Pertimbangkan manfaat yang akan didapat jika membelinya, 
Saran saya jika barang yang didiskon itu tidak bisa busuk serta merupakan kebutuhan sehari-hari, maka beli saja. Misalnya detergen, sabun, shampoo, pasta gigi dll.  Itu semua kan kebutuhan sehari-hari kita yang habis pakai dan tidak bisa busuk. Jadi apabila kita bisa mendapatkan harga murah dengan kuantitas yang lebih banyak, kenapa tidak dimanfaatkan diskon yang ada. Tapi juga harus ingat stok yang masih ada di rumah.
 
6. Perhatikan tanggal kadaluarsa (expired date) produk
Ini juga hal yang tidak kalah penting, biasanya karena kita melihat barang yang kita ininginkan, langsung sja comot sana compot sini. Padahal belum tentu yang kita ambil tersebut masa kadaluarsanya masih lama atau bahkan sudah tidak layak dikonsumsi. Nah, jadi mulai sekarang sebelum membeli produk di minimarket, lihat dulu tanggal kadaluarsanya. Memang sih ini seharusnya menjadi tanggung jawab pihak penjual, tapi akan lebih baik kita berhati-hati sebelum membeli barang karena taruhannya adalah kesehatan diri kita dan keluarga.

7. Memiliki card member kadang membantu
Sekarang ini banyak minimarket yang menawarkan kartu anggota kepada pembelinya. Kartu tersebut biasanya ditawarkan kepada para pembeli dengan iming-iming diskon harga atau poin hadiah. Apabila intensitas anda sering dalam berbelanja ke minimarket/swalayan tersebut, maka menurut saya tidak ada salahnya untuk memiliki member card tersebut. Biaya membuat member card tersebut juga relatif murah. Bahkan ada minimarket yang membuat sistem debet card pada kartu anggotanya, jadi kita tidak harus membawa uang tunai cukup dengan kartu anggota saja saat berbelanja (tapi ingat juga isi saldonya..^^). Lumayan kan dapet potongan harga atau undian berhadiah (kalau beruntung).

8. Minta struk belanja
Tips terakhir dari saya yaitu sebelum meninggalkan minimarket, mintalah struk belanja anda kepada kasir. Hal i ni untuk mengecek barang apa saja yang anda beli, apakah harganya sesuai dengan price tag atau berapa jumlah kembalian yang semestinya dll. Sebelum meninggalkan minimarket/swalayan cek dulu jumlah dan harganya, karena terkadang kasirnya melakukan kesalahan dalam input atau scan barcode produk. Ya wajarlah kasir juga manusia ^^. Kalau ada yang tidak beres silahkan selesaikan dengan kekeluargaan dengan si kasir tersebut (gak usah pake marah-marah). Biasanya kalau uang kembalian kurang atau uang yang dibayar kelebihan banyak orang yang marah. Giliran uang kembalian yang dikasih kasir kelebihan, langsung aja nyelongng pergi. Hmm. ^^

Mungkin itu saja tips dari saya, semoga bermanfaat. haha. Selamat berbelanja.