Doa Orang Tua Menembus Langit, Membelah Bumi

Saya adalah anak dari seorang Pak Tani dan seorang Ibu Penjual Jamu. Bapakku dulunya sebenarnya seorang pedagang (pedagang bakso tepatnya) tetapi setelah kakekku sakit, lebih tepatnya terkena stroke, Bapak memutuskan mengurus Kakek dan meninggalkan pekerjaan dagangnya yang saat itu sebenarnya sedang laris-larisnya. Bahkan saat itu dengan "hanya" berdagang bakso gerobak, Bapak bisa membeli tanah dan membangun rumah. Bukan sombong, tapi wujud apresiasi dan kebanggaan atas kerja keras seorang Bapak yang mencari nafkah untuk keluarganya. Bapak meninggalkan usaha baksonya untuk mengurus kakek sampai kakek meninggal dunia. Dan akhirnya, Bapak mengurus sawah kakek sampai saat ini. Ya, menjadi seorang petani.  Pokoknya luar biasa pengalaman hidupnya, lain kali ingin saya tulis tersendiri cerita Bapak saya di blog ini. Sejak saat itu otomatis perekonomian keluarga mulai lesu. Ibu tetap merantau di kota dengan berjualan jamu. Jamu gendong, dengan botol yang ditaruh dalam "tenggok" (wadah yang terbuat dari anyaman bambu). Tidak kalah luar biasanya perjuangan hidup beliau, suatu saat akan saya tulis tersendiri kisah Ibu saya. Masa-masa sulit pun kami lalui bersama-sama sekeluarga. Untuk makan saja kadang harus meminjam sana sini. Pernah juga dulu karena tidak punya uang cukup untuk membeli buku sekolah, saya memutuskan memfotokopi buku dengan meminta memakai kertas buram, diperkecil dan bolak-balik. Saking ngiritnya waktu itu. Iuran bulanan sekolah (dulu namanya SPP) pun sering nunggak, sehingga bayarnya pun dirapel ketika mau ujian. Karena waktu itu kita tidak boleh ikut ujian kalau belum membayar SPP. Entah dari mana kedua orang tua mendapatkan uang untuk merapel bayar SPP demi anaknya dapat ikut ujian. 

Dari sisi pendidikan, kedua orang tua saya memang kurang. Bapak dan Ibu sama-sama tidak lulus sekolah dasar, penyebabnya adalah karena faktor ekonomi. Mungkin orang tua dari Bapak dan Ibu (kakek dan nenek saya)  masih berpandangan bahwa anak laki-laki yang penting bisa ngurus sawah dan anak perempuan harus bisa urusan dapur, selebihnya dianggap tidak penting termasuk pendidikan. Namun demikian semangat belajar beliau tinggi. Bapak saya walau tidak selesai SD, tapi  soal hafalan surat-surat Al Quran dan doa beliau jagoan. Tidak heran beliau diangkat menjadi salah satu pengurus masjid di kampung, dan hobinya sampai saat ini adalah membaca. Jangan heran, buku beliau banyak sekali yang disimpan di meja kamar maupaun lemari. Ibu saya juga demikian, walau tak lulus SD, setidaknya untuk baca tulis sudah mahir, bahkan sekarang sudah bisa sms-an...hehe. Namun pandangan kedua orang tua saya berbeda 180 derajat dengan kakek nenek. Kedua orang tua saya berpandangan, bahwa pendidikan adalah hal yang paling penting. Meski mereka tidak lulus SD, mereka ingin anak-anaknya bisa mengenyam pendidikan setinggi-tingginya.

Kedua orang tua rela banting tulang dan bekerja luar biasa hanya agar anak-anaknya dapat bersekolah. Bagaimana tidak luar biasa, Ibu berjalan kaki beberapa kilometer setiap hari dengan mengendong "tenggok" jamu hanya untuk mencari rejeki. Bapak pun demikian, awalnya menjadi pedagang bakso dan sekarang menjadi petani di kampung halaman. Alhamdulillah, usaha bapak dan ibu membuahkan hasil yaitu kakak saya dapat menyelesaikan kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Yogyakarta. Tentu saja hasil tersebut tidak hanya karena kerja keras Bapak dan Ibu, melainkan juga doa beliau yang tiada henti dipanjatkan kepada ALLAH SWT.

Bagi saya doa Bapak dan Ibu adalah syarat utama setiap saya akan menghadapi segala hal, tentunya juga harus diiringi dengan usaha keras. Ibarat prajurit yang akan maju dalam pertempuran, mereka harus memiliki senjata untuk menaklukkan musuhnya. Bagi saya, senjata sebelum menghadapi segala sesuatu adalah doa orang tua selebihnya tinggal usaha dan kehendak Yang Maha Kuasa. Dahsyatnya doa kedua orang tua sudah saya rasakan sendiri. Saat lulus SMA, harapan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi (negeri) menjadi impian. Banyak tes saya ikuti tentunya diawali dengan meminta restu dan doa kedua orangtua. Singkat cerita saya gagal di beberapa tes masuk perguruan tinggi. Saat itu pun kondisi ekonomi keluarga memang pas-pasan namun Bapak dan Ibu tetap mendorong saya harus tetap melanjutkan pendidikan tinggi.

Akhirnya doa orangtua terkabul saya diterima di perguruan tinggi negeri di Solo dan di saat yang hampir bersamaan saya juga dinyatakan diterima di salah satu perguruan negeri kedinasan. Meskipun saat itu kami sudah membayar uang masuk perguruan tinggi negeri, tentu dari uang hasil pinjam sana sini oleh kedua orangtua. Bapak dan Ibu tetep mendorong saya untuk masuk ke perguruan negeri kedinasan. Awalnya sempat ragu, karena meski kuliahnya gratis tapi sistem pendidikannya ketat, apabila kita tidak bisa memenuhi nilai yang ditentukan setiap semesternya, maka harus siap angkat kaki dari kampus itu alias DO (drop out). Atas dorongan dan restu orang tua saya pun berangkat menempuh pendidikan di perguruan kedinasan tersebut. Betapa setiap saya merasa pusing, bingung dan takut menghadapi perkuliahan ataupun dosen yang killer saya selalu menelepon kedua orang tua agar senantiasa mendoakan saya. Pun, ketika saya melaksanakan UTS atau UAS, meminta doa sebelum ujian itu wajib hukumnya bagi saya. Entah mengapa seolah-olah beban keruwetan di kepala hilang ketika mendengar restu kedua orang tua. Seperti ada keyakinan bahwa besok saya pasti bisa mengerjakan. Hal tersebut berulang sampai saya akhirnya lulus pendidikan dan harus bekerja di luar pulau kelahiran saya. Saat sudah 2 tahun bekerja, ada kesempatan mengambil beasiswa dan saya pun memanfaatkan peluang yang ada tersebut, sebenarnya tidak banyak berharap dan tidak "pede" juga bisa lulus. Tapi, sekali lagi, setiap sebelum melaksanakan tahapan ujian saya selalu meminta doa kedua orangtua dan diiringi usaha , alhamdulillah bisa lulus.

Cerita di atas hanya sedikit contoh dari dahsyatnya doa orang tua. Ridhollah fi ridhol walidain, ridho Allah tergantung ridho orang tua. Maka jangan sekali-kali menyepelekan doa orang tua, karena kehendak Allah SWT tergantung ridho orang tua. Doa orang tua bak menembus langit dan membelah bumi. Kekuatan super power doa orang tua sudah banyak diceritakan diberbagai dongeng misalnya Malin Kundang, Batu Menangis dll. Dongeng-dongen tersebut menceritakan murka seorang ibu pada anaknya yang durhaka. Karena doa/kutukan sang ibu maka si anak berubah jadi batu. Entah benar atau tidak cerita tersebut, yang jelas pesan yang tersirat adalah kita seharusnya berbakti kepada kedua orang tua. Begitu juga sepenggal cerita hidup saya tadi dimana jalan demi jalan terbuka atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa tentunya atas doa kedua orangtua. So, yuk kita berbakti kepada orang tua kita. Kita sayangi mereka sebagaimana mereka menyayangi kita di waktu kecil. Bagi yang kedua orang tuanya masih ada, berlomba-lombalah membahagiakan mereka sekecil apapun bentuknya mumpung masih ada kesempatan. Bukankah kita sewaktu kecil selalu diusahakan mendapatkan sesuatu yang terbaik oleh orang tua kita? selagi kita mampu maka sudah sepatutnya kita berikan yang terbaik juga untuk mereka. Kalau kalian terkendala karena jarak yang jauh dengan orang tua, mungkin karena sedang kuliah, merantau, tugas negara dll. Maka sering-seringlah untuk menelepon mereka, percayalah suara kalian itu sudah sangat membuat kedua orang tua bahagia. Jika kedua orang tua (atau salah satu) sudah meninggal, maka jangan putus-putus untuk mendoakan mereka. Karena yang menemani mereka di alam kubur salah satunya adalah doa dari kita anak-anaknya.
Hormati dan sayangi kedua orang tua kita. Waktu ini terlalu pendek untuk membalas jasa mereka.





Lanjut Sekolah Lagi

Lama sekali tidak menulis di blog ini. Bahkan di sosial media lainnya pun juga jarang nulis sekedar status, komen, tweet atau apalah. Entah mengapa lebih nyaman menjadi penikmat informasi saja alias silent reader di era kebebasan di dunia maya yang menurut saya sudah kebablasan. Tapi akhir-akhir ini saya harus dipaksa nulis. Hukumnya wajib lagi. Haram kalo gak nulis. Hmmm.. wajib nulis seekripppsiii (ngomongnya pake nada komentator tinju pas manggil si petinju naik ring). Wajib kalo mau lulus kuliah sih.  Duh jari-jari kaya udah kaku beku. Begitu juga otak ini, kok jadi "bujel". Tau "bujel" kan? Itu pensil yang bagian karbonnya patah atau ilang. Pastinya buat nulis gak bisa, kalo pun bisa pasti juga gak kebaca... lha wong gak ono karbone...bujelll woy bujjell.

Gak nyangka cepet banget sudah sampai fase ini, padahal rasanya baru kemarin masuk kuliah. Yup setelah kerja kurang lebih 3 tahun di kota seberang. Akhirnya "keberuntungan" kembali menghampiriku untuk kembali menginjakkan kaki ke Jakarta. Keberuntungan itu bernama "Lanjut Sekolah Lagi". Memang ini sebenarnya salah satu "milestone" yang pengen saya capai setelah saya lulus D3. Kerja lalu lanjut sekolah lagi, kalo bisa cari beasiswa, syukur-syukur dapat keterima. Dan alhamdulillah bisa keterima di kampus tempat kuliah D3 dulu. Sebenernya antara percaya atau tidak, sampai saat ini pun masih agak setengah percaya... bisa sampai semester akhir lagi (buseng). Semangka.. semangat kaka.. (opo sih).
Ngalnturnya sudah dulu, sekarang mau bahas yang ada pesan moralnya. Jeng jeng..

Yup, akhirnya bisa lanjutt sekolah lagi... keterima D4..(sambil tarik nafas dalam-dalam). Waktu keterima itu rasanya antara seneng, takut, bahagia, was-was.. campur aduk. Bagaimana tidak, kemampuan saya yang seperti ini bisa "beruntung" lolos seleksi. Saya selalu menganggap hasil yang saya dapat adalah suatu "keberuntungan". Mungkin terkadang ketika saya mengatakan hal tersebut kepada orang lain, mereka menganggap saya terlalu merendahkan diri. Memang sebenarnya diri saya rendah kok, gak lebih dari 165 cm kayaknya hehe. Tapi bagi saya keberuntungan adalah suatu hasil dari formula fungsi usaha keras, tekad, persiapan, doa, kepasrahan, dan faktor-faktor lain yang tidak bakal muat jika ditulis dalam postingan ini. Banyak sekali hal-hal yang bekerja untuk membentuk suatu keberuntungan, tentunya semua itu atas kehendak-Nya. Jadi sungguh tidak pantas ketika saya berhasil mencapai hasil yang baik kemudian dengan jumawa mengatakan "ini karena usaha saya selama ini". Karena menurut saya, hasil baik yang dicapai itu melibatkan proses yang sangat rumit, melibatkan berbagai hal dan ajaib. Betapa tidak rumit, dimulai dari cara kerja otak kita dalam berpikir yang menyambungkan berbagai sel-sel neuron sehingga bisa merespon keadaan sekitar saja sudah hal yang sangat rumit, bahkan sangat ajaib. Maha Besar Allah. Belum lagi proses kita dapat mencapai suatu hasil yang gemilang, tentunya berbagai proses rumit di alam semesta ikut mendukung kita mencapai hasil yang baik tadi.

Sebelum saya lanjut sekolah lagi, saya bekerja di sebuah kota di pulau seberang (saat ini pun masih berstatus pekerja di sana sih). Kota tempat saya bekerja itu relatif kecil, sehingga tidak ada kampus besar disana. Ada sih kampus sekolah tinggi xxx, tapi akreditasinya saya kurang sreg. Sementara saya sudah menetapkan tekad harus "lanjut sekolah lagi" gak cuma D3 (kata temen sih kepanjangannya DorongDorongDus, sesuai dengan pekerjaannya). Setidaknya bisa ke jenjang S1 (kata teman sih kerjanya Santaii), atau sampai S2 (SantaiSantai), atau sampai S3 (SantaiSantaiSekali). Kepanjangan2 itu salah, jangan dijadikan sebagai landasan teori, karena pada faktanya semakin tinggi pendidikan maka tanggung jawabnya pun semakin besar.

Karena tekad saya sudah bulat seperti tahu bulat digoreng dadakan dan rasanya tetep gurih-gurih nyoy.  (Opo meneh sih iki). Intinya saya punya tekad untuk lanjut sekolah lagi. Waktu itu saya berencana setelah diperbolehkan untuk melanjutkan pendidikan, saya akan mencoba berbagai jalur dan kesempatan yang ada. Tentunya dengan berbagai persiapan yang dilakukan. Jadi waktu itu ketentuannya, saya boleh sekolah lagi asal sudah 2 tahun lebih bekerja. Selama 2 tahun bekerja saya melakukan berbagai persiapan untuk memantaskan diri bisa lolos jalur beasiswa. Jalur beasiswa menjadi target pertama, ya kalo gak lolos sih paling kuliah di "universitas yang tidak tertutup" itu (iykwim). Jadi selama 2 tahun saya melakukan beberapa persiapan. Saya membeli lampu mirip logo pixar, niatnya biar bantu penerangan buat baca buku.. tapi akhirnya buat penerangan main game.. zzz. Terus saya beli meja lesehan, pesen langsung ukurannya dan warnanya, niatnya sih buat alas ngerjain latihan soal dan baca2... tapi ujung2nya tetep buat alas main game. Sungguh persiapan yang gak penting.

Anyway, di sela-sela bekerja saya tetep sempatkan waktu untuk sekedar membaca atau mengerjakan latihan soal. Setiap sarapan pagi di meja kerja, sembari menghabiskan sebungkus nasi atau semangkuk model/tekwan (gak tahu bedanya) saya coba membaca dan mengerjakan soal. Alhasil, setelah sarapan perut kenyang otak melayang. Kalo di kontrakan ada waktu ya saya gunakan untuk sedikit2 baca dan latihan soal. Saya juga manfaatkan handphone untuk menunjang belajar. Memori handphone saya isi file-file ebook atau file-file latihan soal dan kadang saat ada waktu luang (misalnya waktu di toilet sambil BAB)  saya bisa dengan praktis untuk belajar. Oh ya, selain itu saya juga memanfaatkan kertas yang sudah tidak terpakai di kantor (baca/: kertas bekas,/:kertas yang salah ketik) untuk diprint seukuran kantong baju. Nah, ini cukup efektif juga untuk belajar praktis sambil coret-coret di kertas, kalo udah bosen ya tinggal dikantongi (atau dibuang aja). Pokoknya disela-sela bekerja dan tugas negara saya coba sempatkan waktu untuk berpikir dan belajar sebisa saya dan semampu saya. Tentunya dengan diiringi doa agar dimudahkan dalam usaha saya untuk dapat belajar sambil bekerja.

Alhamdulillah setelah mengikuti ujian untuk lanjut sekolah, nama saya ada di dalam pengumuman. Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan diiringi keinginan luhur, akhirnya usaha selama ini berbuah hasil yang manis. Rasanya tidak percaya, senang, terharu, campur aduk. Jujur waktu lihat pengumuman saya takut dan minder, dan ada pertanyaan di benak saya. "Apakah pantas saya untuk lulus dan melanjutkan pendidikan selanjutnya? padahal kemampuan saya sendiri ya cuma pas-pasan". Saya masih menganggap ini sebagai keberuntungan. Keberuntungan yang hadir kedua kalinya, pasalnya saya seperti merasakan dejavu seperti waktu dinyatakan diterima pendidikan D3 di kampus yang sama. Ah, benar-benar campur aduk.

Hasil tidak pernah mengkhianati usaha. Suatu pepatah yang pernah saya dengar dan saya masih sepenuhnya tidak percaya dengan pepatah itu. Jujur saya sempat memiliki stereotype pemikiran  bahwa hasil akhir yang baik adalah suatu keberuntungan, dan hasil akhir yang jelek adalah suatu kegagalan. Betapa jahatnya saya jika memiliki pemikiran itu, seolah2 saya tidak menghargai usaha saya sendiri dan tentunya tidak menghargai campur tangan Yang Maha Kuasa atas doa-doa saya selama ini. Akhirnya saya mencoba mamahami kembali pepatah "hasil tidak pernah mengkhianati usaha (dan doa)". Selama ini keberuntungan yang saya anggap adalah suatu pemberian Tuhan di waktu yang tepat ternyata keliru. Keberuntungan adalah suatu hadiah dari Tuhan atas kerja keras dan usaha yang kita kerjakan diiringi doa baik doa dari diri kita sendiri maupun orang-orang lain yang mendoakan kita yang diberikan kepada kita pada waktu yang tepat (bahkan kita tidak pernah menyangka). Saya tidak tahu ada dalil atau tulisan sebelumnya yang menyatakan seperti ini yang jelas itu yang menjadi pemikiran saya saat ini.

Saya pun saat ini sedang berusaha menyelesaikan skripsi yang telah saya mulai dan harus saya selesaikan, tentunya dengan diiringi doa agar menghasilkan buah yang manis diakhir.

(Ditulis disela-sela mengerjakan skripsi)

Thank You

Lama tidak membuka blog. Jadi kangen sama tulisan-tulisan saya sendiri. Hihi. Awalnya iseng googling blog sendiri karena males nulis alamat, eh kok malah keluar berberapa link skripsi yang memakai referensi dan sumber dari blog ini. Antara kaget dan seneng. Kaget, karena blog yang saya buat atas dasar keisengan ini ternyata dipercaya beberapa orang sebagai referensi untuk menulis skripsi. Wow. Seneng, karena apa yang saya tulis dapat bermanfaat bagi orang lain, tentunya saya menulis juga berdasarkan berbagai sumber yang ada (bukan semata-mata hasil pemikiran pribadi). Salah satu postingan yang banyak digunakan sebagai referensi adalah postingan Perbedaan Sarana dan Prasarana. Gak nyangka postingan simple berawal dari rasa ingin tahu dan kemudian mencari berbagai sumber untuk menjawab, lalu menyimpulkan dengan pemikiran saya yang sederhana dan tentunya kurang ilmu ini malah dijadikan rujukan ilmiah. Saya hanya men-share apa yang saya ketahui dari berbagai sumber (tentunya saya cantumkan sumber tersebut)  dan kalo pun otak ini lagi tidak males, saya tuliskan percikan-percikan ide dari otak yang kurang ilmu ini. 

Sekali lagi terima kasih atas kepercayaannya menggunakan blog ini sebagai referensi. Semoga membantu dan bermanfaat bagi siapa pun yang membutuhkan informasi yang saya sajikan dalam blog ini. Sukses buat kita semua.

Woro-woro

Karena satu dan lain hal maka salah satu fitur di blog ini yaitu "Kekayaan Negara" saya hilangkan, bila anda ingin memperoleh informasi yang update tentang Kekayaan Negara silahkan kunjungi langsung website Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Terima kasih.

Nostalgia Secangkir Teh


Hujannn... akhirnya tanah perantauan ini disiram juga dengan air segar dari langit. Sudah lama tanah disini kering menahan dahaga. Air tanah tak mau keluar, mungkin lebih nyaman berdiam diri nun jauh di dalam sana, di atas bumi panas, apalagi kalau dia keluar pasti diperebutkan orang-orang yang kesulitan hanya untuk sekedar berkumur kemudian membuangnya kembali. Belum lagi asap yang menyelimuti hari, pagi..siang..sore..malam..sampai pagi lagi... si asap tak kunjung pergi. Mungkin juga sama dengan si air tanah, dia sudah terlalu nyaman menyelimuti hari-hariku di tanah rantau ini plus membuat sesak napasku. Hmm.. aku tidak tahu siapa yang sengaja membuat selimut asap ini, yang jelas dia manusia yang dengan pikiran bodohnya sengaja membakar lahan-lahan hanya untuk kepentingannya sendiri. Tapi yang menanggung akibatnya malah semua orang, ironis memang. Pengen rasanya memaki orang seperti itu, kalo perlu sekalian dibikin semacam smoke beef. Ya tapi percuma mengumpat/memaki (misuh/Jawa/red) disini, lha wong aku tidak tahu siapa pelakunya. Toh kalo mengumpat juga tidak menghilangkan asap ini. Sudah lah, mungkin ini ujian yang diberikan dari Tuhan YME melalui “manusia bodoh” tadi yang sengaja membakar hutan, kemudian secara tidak langsung dia juga mencekik jutaan pasang paru-paru manusia lainnya, hanya demi kepentingan diri sendiri. Yang jelas hujan di hari ini telah mengubah semuanya. Panas itu berubah sejuk, selimut asap tersapu oleh air, dan si air tanah dengan malu-malu keluar menyambut temannya si air hujan.

Suasana hujan seperti ini memang sangat luar biasa, disamping keberkahan yang turun bersama tetes demi tetes air, hati pun menjadi tentram. Aroma pertemuan air hujan dan tanah kering begitu menusuk hidung, tapi justru aroma khas itu lah yang membuat pikiran menjadi tenang dan sejuk. Sesekali aku melihat guyuran hujan yang semakin deras dari jendela, udara dingin mulai terasa mengisi setiap ruang yang ada, sekecil apapun. Hmmm.... secangkir teh sepertinya pilihan tepat untuk menemani suasana ini, suasana yang luar biasa. Suasana yang sering aku rasakan ketika dulu masih berada di kampung halaman. Setiap hujan pasti berjalan menyusuri setiap sudut rumah hanya untuk mengecek atap yang bocor kemudian bergegas menampung air bocoran itu dengan ember, panci, baskom atau apaun yang bisa untuk menampung air. Setelah semua bocoran itu tertampung biasanya aku duduk di samping jendela sambil memandangi hujan yang turun. Dan tentu saja, teh hangat setia menemani bersama orang-orang tersayang. Suasana yang tak terlupakan.
 
Kini aku berada jauh dari rumah yang sering bocor di kala hujan itu, meski sering kali diperbaiki tapi tetap saja ada tetesan air dari atap ketika hujan. Sekarang aku dan rumah kenangan itu terpisah oleh  lautan, berbeda pulau, dan ribuan kilometer jarak. Tapi sepintas suasana itu saya rasakan kembali ketika hujan turun seperti ini. Memori-memori kecil bermunculan, teringat kenangan penuh kehangatan bersama keluarga tercinta. Sambil aku mengaduk teh tubruk Gunung Dempo (teh celupnya habis T T), aku coba menyusuri kenangan itu, mencoba menembus ruang dan waktu. Secangkir teh telah siap menemani suasana hujan ini, sruputan pertama seakan menjadi pintu pandora pembuka kenangan itu. Ya setiap hujan seperti ini, keluargaku pasti disibukkan dengan mencari tetesan air hujan yang menetes dari atap (alias bocor). Semua peralatan yang bisa digunakan menampung air, semua dimanfaatkan untuk menadah air bocoran hujan (T T). Setelah semua beres, semua duduk di ruang tamu. TV tidak boleh dinyalakan, kalo perlu semua kabel termasuk antena dicopot. Ya orang tuaku selalu ketakutan kalau-kalau petir menyambar televisi. Kita semua duduk di ruang tamu dengan diiringi backsound suara bocoran air hujan yang jatuh mengenai ember, panci atau baskom. Mungkin terasa menyedihkan bagi orang yang membaca ini, tapi justru itu adalah hal penuh kehangatan yang tidak pernah dirasakan orang lain. Dimana saat seperti itu kami berkumpul membicarakan segala sesuatu, mulai dari cerita ayah dan ibu waktu muda, cerita adikku tentang temannya di sekolah, cerita dari ibu tentang masa kecilku yang super nakal, sampai cerita tentang mimpi-mimpiku (misalnya suatu saat aku bakal memperbaiki semua kebocoran rumah ini) dan masih banyak lainnya. Biasanya kalo sudah ngumpul seperti itu, ayahku selalu dengan inisiatifnya sendiri membuatkan makanan atau minuman yang hangat untuk kami. Ayah suka bikin dengan jahe anget, tidak heran beliau menyimpan berrenteng-renteng jahe sachet di tempat penyimpanan rahasianya, biasanya yang tahu Cuma ayahku dan adikku. Nah pas suasana seperti ini baru dikeluarkan dari tempat penyimpanan. Kalau apesnya jahe itu habis, ya teh anget manis pun menjadi pilihan. Kami sekeluarga bersama-sama menyeruput panasnya jahe atau teh itu ditemani makanan kecil seadanya (biasanya karak/sejenis kerupuk Jawa). Begitu nikmatnya, nikmat suasananya yang mungkin bakal jarang aku temui lagi.
 
Hujan mulai mereda, seiring teh tubruk yang aku seduh tadi tinggal menyisakan ampasnya saja. Hmm.. memori itu seketika aku tutup sejenak kemudian langsung aku tuangkan dalam tulisan ini. Yup, secangkir nostalgia yang diberikan oleh secangkir teh ini sedikit mengobatiku akan rasa rindu dengan kampung halaman dan tentunya dengan orang-orang yang aku cintai dan sayangi. Begitu berartinya mereka bagiku, terima kasih atas doa mu ayah dan ibu, serta adikku. Semoga kalian selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan. Ingin rasanya berkumpul kembali merasakan kehangatan itu.

Air Terjun Temam Lubuklinggau

Niagara mini versi Indonesia, yup barangkali itu julukan yang pas untuk air terjun yang terletak di Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan ini. Ya inilah air terjun yang pernah saya ceritakan di postingan sebelumnya (tentang Air Terjun Bedegung). Baru kali ini sempet nulis postingan tentang air terjun Niagara Mini Lubuklinggau. 

Air Terjun Temam

Nama sebenarnya dari Air Terjun Niagara Mini ini sih Air Terjun Temam, obyek wisata ini tepatnya terletak di Kelurahan Air Temam, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I. Jaraknya sekitar 11 km dari pusat kota Lubuklinggau. Jika anda ingin berkunjung ke air terjun ini, bisa ditempuh dengan menggunakan mobil atau motor. Akses jalan menuju obyek wisata Air Terjun Temam ini lumayan bagus dan sudah beraspal. Selain itu, anda pasti tidak akan bingung untuk menuju obyek wisata ini karena rambu petunjuk jalan akan memandu anda sampai ke Air Terjun Temam.

Tinggi Air Terjun Temam ini hanya sekitar 12 meter dengan lebar kurang lebih 25 meter. Dengan aliran air yang jernih dan suasana pepohonan yang masih rindang di sekitarnya, cocok sekali untuk sekedar menenangkan diri dan memanjakan mata dengan pemandangan yang asri. Air terjun ini alami, jadi bukan replika buatan manusia yang sengaja didesain mirip air terjun Niagara. Istilah air terjun "Niagara Lubuklinggau" itu hanya sebutan dari mulut ke mulut yang memang mirip dengan air terjun yang ada di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada namun dalam versi mini (pernah masuk ulasan di detik travel juga lho). 

Oh ya, di area air terjun itu juga ada jembatan gantung yang melintasi di atas sungai. Dari atas jembatan itu kita bisa melihat pemandangan air terjun. Tapi awas jembatan ini hanya bisa menopang maksimal 8 orang untuk sekali menyebrang.
Air Terjun dari Atas

Jembatan Gantung Air Terjun Temam


Jembatan Gantung Temam

Segerr

Tangga ke air terjun

Nampaknya pemerintah setempat sudah mulai memperhatikan potensi wisata ini. Hal ini terbukti saat saya berkunjung ke sana, fasilitas pendukung mulai dibangun mulai dari lahan parkir pengunjung, toilet, mushola, jalan setapak dan tangga terbuat dari beton. Semoga saja obyek wisata ini akan dikelola dan dipelihara dengan baik. So, kalo anda sedang ada di sekitaran Lubuklinggau saya rekomendasikan mampir sebentar ke Air Terjun Temam. Gak usah jauh-jauh ke Amerika Serikat atau Kanada, di Lubuklinggau ada versi mininya.

Terbanglah yang tinggi kawan

Melihat kawan atau sahabat meraih suatu prestasi, tentunya adalah suatu kebahagiaan tersendiri. Tapi mungkin di sisi lain kita hanya bisa menggerutu pada diri sendiri, "kenapa saya tidak bisa melakukan hal yang sama?". Perasaan bahagia dan kecewa mungkin sering kita rasakan. Tapi bagaimana pun prestasi yang dicapai seseorang memang perlu diapresiasi. Lalu bagaimana kita harus menyikapi keadaan seperti itu?.

source: http://www.comicvine.com
Kalo aku sih pada dasarnya malah terpacu apabila ada rekan sejawat yang memiliki prestasi luar biasa. Entah kenapa ada dorongan dalam diri untuk membuktikan bahwa saya juga bisa berprestasi. Ya meskipun prestasi yang dibuat tidak sama atau bahkan berbeda bidang. Selalu terpintas dalam diri "kalau dia bisa, kenapa saya tidak". 

Saya bersyukur pernah diberi kesempatan untuk mengenal berbagai teman yang luar biasa dalam hidup saya. Disini saya tidak bermaksud menyombongkan diri karena memiliki teman-teman yang menurut saya hebat. Apalah  gunanya memamerkan prestasi orang lain tapi diri sendiri tidak bisa berprestasi. Kalo orang yang berprestasi menyombongkan diri mungkin ada sisi kewajarannya (meskipun seharusnya gak boleh gitu juga), nah ini yang berprestasi orang lain tapi malah kita yang tidak berprestasi "ndompleng" sombong, ^^. Jangan begitulah. Sekali lagi, tulisan saya ini hanya sekedar berbagi perspektif atas keadaan yang sering kita alami dalam hidup.

Di usia saya saat membuat tulisan ini yaitu 24 tahun, sudah ada rekan saya yang berhasil lulus S-2 di salah satu universitas yang tidak bisa dianggap main-main. Menurutku itu suatu pencapaian yang luar biasa, padahal kami start bersama-sama dari bangku SMP. Sedangkan saya saat ini baru sampai pada jenjang D-3. Mau lanjut kuliah sih, tapi peraturan di instansi saya mengizinkan melanjutkan kuliah asal sudah bekerja beberapa tahun. Memang suatu keanehan, kenapa untuk melanjutkan belajar saja ditahan-tahan. Sebenarnya kalau mau kuliah gak papa sih, karena sejatinya pendidikan adalah hak setiap warga negara. Tapi yang bikin "nyesek", kalo kita gak nurutin aturan tadi kuliah kita tidak akan diakui oleh instansi. Repot. Sudahlah, semoga ada aturan yang lebih bijaksana terkait hal ini nantinya (semoga). 

Oke menyambung tentang teman saya yang lulus S-2 tadi, nah melihat prestasi yang cemerlang seperti itu diraih oleh seorang kawan, tentunya ada rasa kebanggaan tersendiri. Nah disini lah, entah kenapa timbul dorongan pada diri, suatu saat saya pasti akan sampai pada titik yang telah ia capai sekarang.  Tapi entah kapan, yang penting sudah ada niatan mencapainya. 

Ada lagi sahabat saya yang meraih salah satu penghargaan pengusaha muda. Bahkan sampai sering muncul di berbagai media. Memang luar biasa bakat bisnisnya, tidak heran dia bisa meraih prestasi itu. Terakhir melihat dia sedang berdiskusi dan berjabat tangan dengan salah satu menteri di republik ini. Ya meskipun sebenarnya kalo soal jabat tangan dengan menteri sih saya juga sudah pernah, tapi tentunya saya tanpa ada prestasi yang membuat seorang menteri sampai jauh-jauh mendatangi hanya untuk berdiskusi dan berjabat tangan alias hanya kebetulan saja. Eits, malah bahas tentang salaman nih. Kembali ke topik tentang prestasi teman saya yang berhasil menjadi pengusaha muda sukses. Nah lalu di usia yang sama saya masih berkutat dengan bekerja di layar monitor. Dan melakukan pekerjaan yang sama tiap harinya. Tentu dari sisi finansial tidak ada apa-apanya dibanding kawan saya tadi. Tapi yang jelas semua tetap saya syukuri. Namun lagi-alagi pasti ada dorongan dalam diri untuk membuktikan "kalo dia bisa, kenapa saya tidak". Suatu saat pasti saya bisa mencapai titik yang telah dia capai. Amiin.

Sebenernya masih banyak juga kawan-kawan yang memiliki prestasi atau mungkin orang lain yang menginspirasi, tapi mungkin akan menjadi bosan kalo saya tulis satu per satu. Nanti malah kesannya malah menyombongkan prestasi orang lain seperti yang saya singgung di depan tadi. Oke, kesimpulan dari beberapa penggal prestasi kawan-kawan tadi kalo menurut perspektif diri saya ya kalau ada orang lain (terutama sahabat) yang meraih prestasi ada kecenderungan/dorongan untuk membuktikan diri bahwa kita juga bisa. Dengan demikian semakin tinggi prestasi yang didapat orang-orang di sekitar kita, justru membuat kita semakin ingin mencapai titik yang sama atau bahkan lebih. Menurutku ini bukanlah suatu hal yang negatif, toh kita juga tidak didasari rasa iri atas prestasi dia. Justru ini adalah hal yang positif karena kita terpacu untuk lebih mengembangkan diri dan berprestasi. 

Yup, semakin tinggi terbang kawan-kawanmu kejarlah dia, suatu saat kamu tidak akan menyadari kalau kamu ternyata sudah ikut terbang tinggi sampai berada di titik yang sama dengan mereka atau mungkin lebih tinggi. Kalau kamu mengeluh bagaimana caranya terbang karena kamu tidak punya sayap, lihat kawanmu yang sudah jauh tinggi dia tak perlu sayap untuk menuju titik itu.


Air Terjun Bedegung

Sesekali jalan-jalan untuk menghilangkan penat pekerjaan menurut saya memang perlu dilakukan. Selain untuk merefresh pikiran yang selama ini dipenuhi beban kerja, tentunya dengan melihat dunia luar di sana akan memberikan suasana dan gairah berbeda pada diri kita. Pastinya dapat berpengaruh pada peningkatan semangat kerja. (Ujung-ujungnya kerja #wtp).

Saya sendiri gak sering-sering amat sih jalan-jalan, hmm sebenarnya suka juga sih jalan-jalan. Tapi kalo sendirian ya gak asyikk lah, namanya juga "jalan-jalan" ya harus rame-rame.. kalo sendirian namanya "jalan" doang. Mumpung saya masih megawe di pulau Sumatera (sapatau tahun depan pindah) mari dimanfaatkan untuk menikmati indahnya alam pulau Andalas ini.
Liburan saatnya bersenang-senang bersama teman-teman. Mendaki gunung, lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudera, bersama teman bertualang....

Hari libur itu saya dan teman-teman memang sudah merencanakan untuk refreshing. Mmm, disini saya menggunakan istilah "teman" aja lah, meskipun ada beberapa di antara teman-teman itu statusnya bos, tapi kalo udah hari libur semua itu dianggap gugur (wkcwkc^^.).  Sebenernya kami rencana ke Lubuklinggau mencari air terjun yang katanya bagus di internet. Tapi karena jarak yang jauh, waktu yang tidak memungkinkan serta data lokasi yang tidak akurat, kami pun akhirnya memutuskan berpetualang ke tempat yang lebih memungkinkan dijangkau yaituuu ke air terjun Bedegung di Muara Enim (petualangan ke Lubuklinggau ditunda lain kali). 
Setelah +/- 2 jam-an perjalanan dari Lahat, here we gooo...
Welcome to Bedegung Waterfall

Bos Supir
Dari berbagai informasi yang saya peroleh dari om Google, air terjun Bedegung tingginya sekitar 99 meter, lumayan lah. Akses menuju obyek wisata ini gak terlalu susah dijangkau sih. Patokannya Simpang Meo Muara Enim, nah dari sana ikutin aja penunjuk jalan ke air terjun Bedegung. Haha, maklum tinggal ngikut Bos Supir aja, jadi gak tahu patokan pastinya. Yang jelas relatif mudah dijangkau kok. Sementara kalau dari Palembang sekitar 260 KM. Namun sedikit disayangkan, karena untuk menuju obyek wisata ini anda harus membawa kendaraan sendiri, mengingat tidak adanya angkutan umum menuju air terjun Bedegung ini.
Air Terjun Bedegung
Suasana di air terjun sini cukup sejuk karena masih banyak pepohonan dikanan kirinya. Selain itu sarana dan prasarana juga sudah cukup lumayan mengingat sudah tersedia lahan parkir yang cukup luas dan jalan/tangga menuju air terjun yang bagus. Oh ya selain itu di sekitar area air terjun juga terdapat kolam ikan yang nampaknya dikelola khusus. Overall, suasananya lumayan lah (daripada lu manyun). Kebetulan pas kesana juga lagi sepi pengunjung jadi bisa leluasa menikmati pemandangan dan sejuknya suasana Bedegung.
Awasss kepleset

senyum woy yang paling depan

Yesss
Istirahat di gubuk

Upsss
Pulangggg
Ya itu yang bisa saya share, sekedar memperkenalkan obyek wisata yang ada di sekitar Sumatera Selatan dan mengabadikan moment kebersamaan bersama teman-teman. Silahkan berkunjung kalau sedang berada di Sumatera Selatan, ayo jelajahi Indonesiamu.

Membuat Coretan, Tanda Peringatan dan tanda "X" di Mini Map Dota 2

Sebenernya baru juga sih di dunia DOTA, bahkan mungkin bisa dibilang terlambat juga mengenal game ini. Berawal dari iseng-iseng main game Dota Warcraft III, eh keterusan sampai maen versi DOTA 2 dari Valve. Yang penting bisa ngilangi stress pekerjaan, dan pikiran jadi fresh untuk bekerja dengan kemampuan terbaik. Cieehhh. Udah ah basa-basinya, sekarang mau ngasih trik simpel untuk para newbie (padahal ane juga newbie banget soal game ini..haha). Seperti judulnya di atas saya mau ngasih trik bagaimana membuat coretan, tanda peringatan (attention/tanda seru/pentung) dan tanda X pada mini map Dota 2. Tanda-tanda ini cukup membantu koordinasi dengan teman-teman satu tim saat bermain dota. Check this out!

1. Membuat coretan pada mini map Dota 2

Untuk membuat tanda coretan di mini map dota 2, caranya kamu tinggal tekan tombol Ctrl pada keyboard sekaligus menggeser-geser mouse di area mini map kiri bawah (seperti membuat coretan). ^^.

2. Membuat tanda peringatan/pentung pada mini map Dota 2

Untuk membuat tanda peringatan/attention/pentung caranya denga menekan tombol Alt pada keyboard sekaligus klik mouse pada area map saat war berlangsung atau klik pada area mini map di kiri bawah.

3. Membuat tanda "X" pada mini map Dota 2
Untuk membuat tanda "X" caranya tekan tombol Ctrl+Alt, kemudian klik mouse pada area map atau mini map.

Itu dulu yang bisa saya share, semoga bermanfaat bagi teman-teman ^^.

Rombongan Sirkus Datangi Lahat

Sabtu itu rencananya saya dan gerombolan temen-temen kost ingin refreshing, sekedar berlibur menghilangkan kejenuhan bekerja selama seminggu ini. Kami sebenarnya sudah merencanakan untuk pergi mencari suasana segar ke kota Pagar Alam. Maklum kota tempat kami kerja tidak banyak hiburan, ya begitulah Lahat sebuah kabupaten di Sumatera Selatan. Pengennya sih menikmati suasana pegunungan. Tapi karena satu dan lain hal rencana pun gagal (red/ada temen yang lembur kerja :doublehammer). Ya sudah. 

Rencana gagal, namun refreshing harus tetap dijalankan, entah itu dalam bentuk apapun (hehe maksa). Kebetulan di Lahat sedang didatangi rombongan sirkus, itu pun kami tahu karena di sepanjang jalan banyak pengumuman. Sebenarnya kedatangan sirkus ini sudah menjadi perbincangan di kantor selama seminggu ini, tetapi ya hanya sebatas obrolan, tidak ada ketertarikan untuk melihatnya. Pikiranku waktu itu, paling sirkus yang datang cuma sirkus-sirkusan untuk menghibur anak kecil. Tapi dari pada tidak ada penyegaran otak ya sudahlah akhirnya malam itu kami memutuskan nonton sirkus juga. ^^

Setelah sampai ke TKP, ternyata yang ingin nonton banyak sekali dari anak kecil sampai orang tua berduyun-duyun ke tempat sirkus tersebut diadakan, orang sini biasa menyebut Lapangan MTQ. Tenda berukuran raksasa terlihat dari jauh sementara jalan masuk ke lapangan cukup padat dengan motor dan mobil yang hendak parkir, maklum jarang-jarang ada tontonan seperti ini di kota ini hehe.

Pertunjukannya dibagi menjadi beberapa jadwal dalam sehari, dalam sekali pertunjukan sekitar satu setengah jam (hehe lupa). Kami pun membeli tiket pada jadwal jam itu juga, meskipun melewatkan beberapa atraksi. Ternyata sirkus ini  berbeda dengan yang saya pikirkan sebelumnya, penyelenggaraannya memang terlihat sudah bagus dilihat dari tendanya, fasilitas AC, sistem antrian tiketnya dan juga perlengkapannya. Ditambah dengan embel-embel sirkus Rusia jadi terkesan lebih profesional. Ya setidaknya bukan sirkus-sirkusan ^^.
Ternyata gelaran sirkus ini dilaksanakan oleh Tim Sirkus Oriental yang berasal dari Taman Safari Indonesia, Cisarua Bogor, Jawa Barat. Acara ini diselenggarakan untuk memperingati HUT TNI AD ke 68 yang jatuh pada 5 Oktober. Sirkus ini sendiri diselanggarakan mulai 26 September sampai dengan 13 Oktober.

Melihat atraksi harimau melompat, gajah berjoget, holahop madam rusia, atraksi manusia bergelantungan dan juga badut lumayan membuat  hati dan pikiran segar kembali. Refreshing tidak harus ke tempat yang sejuk, dingin, jauh dan biaya mahal. Nikmati dan syukuri saja apa yang ada di sekitar kita, karena belum tentu apa yang ada di sekitar kita saat ini suatu saat ada lagi di sekitar kita [quote].

Malam di Hari Sumpah Pemuda



Beberapa jam lalu sebelum saya membuat tulisan ini, saya masih menghadap layar monitor, sama saat membuat tulisan ini. Namun yang berbeda adalah layar monitor beberapa saat yang lalu itu adalah monitor kantor. Dengan mata yang sudah letih dan terkantuk-kantuk, tetapi entah kenapa seolah ada dorongan untuk tetap bertahan. Pikiran yang sudah tidak fokus pun menjadi ujian dalam kondisi ini. Ibarat seorang pelaut yang menerjang samudera, rasa kantuk, letih dan capek adalah gelombang yang siap menyerang. Namun tetap berusaha bertahan kembali mengerjakan pekerjaan dengan mencoba fokus pada monitor, mencermati angka-angka dan menuangkan kata-kata. Orang-orang di sekelilingku pun telah menghilang satu per satu. Tapi biarlah, yang penting aku tetap mencoba fokus dengan monitorku. Melawan diri sendiri memang ternyata lebih susah, disaat kita ingin tetap melanjutkan pekerjaan, tetapi tubuh kita sudah berteriak mengantuk, letih dan capek.

Mungkin orang di sekitarku bertanya-tanya kenapa kamu memaksakan bekerja sampai larut. Mereka berkata  toh bosmu tidak peduli dengan apa yang kamu kerjakan, toh kamu tidak akan mendapat penghargaan atas apa yang kau lakukan, toh kamu tidak akan mendapat hal lebih dengan hanya mengerjakan hal seperti ini. Bahkan ada yang bilang kamu seperti ini biar mendapat simpati, atau menjadi anak kesayangan bos. Biarlah orang berkata apa, yang penting aku tetap fokus pada monitorku. Waktu semakiin larut dan tubuh ini sudah tidak kuat lagi membendung rasa letih. Aku ajak temanku yang sedari tadi menungguiku.

Sampai di rumah kontrakan aku pun bergegas membuang semua letihku dengan menyiram air ketubuhku, ya sedikit rileks memang. Kemudian ku ambil monitor untuk menulis tulisan ini, dan akupun teringat apa yang telah aku lakukan seharian ini. Aku pun mencoba mencari alasan atas apa yang telah aku kerjakan selama seharian ini sampai malam hari ini. Dan aku memilih alasan “tanggung jawab”, ya tanggung jawab atas apa yang aku kerjakan. Bukan demi simpati orang, bukan demi penghormatan atau penghargaan dan bukan demi uang. Semua ini karena alasan tanggung jawab semata. Dan ketika aku melirik ke kalender untuk merencanakan hari esok, ternyata hari ini adalah Hari Sumpah Pemuda yup tanggal 28 Oktober. Kemudian aku tambahkan lagi bahwa hari ini adalah alasan kenapa aku menjalani hariku ini. Ya seorang pemuda harus bertanggung jawab atas semua hal yang dia kerjakan.

Tips Sebelum Bermain Futsal

Sudah beberapa minggu ini tidak main futsal, padahal kaki sudah gatal untuk menendang bola. Biasanya kalau sudah kaya gini, pas tiba saatnya main pasti tampil kesetanan alias terlalu semangat. Haha. Tak jarang juga saking terlalu semangatnya bagian tubuh kita mengalami cidera. Nah kalau seperti ini repot juga kan, niatnya main futsal biar sehat tapi justru cidera yang didapat. Dan kejadian seperti ini mungkin sering kita alami, termasuk saya sendiri. Untuk itu saya coba membagi tips untuk menghindari cidera saat bermain futsal. Semoga bermanfaat.

1. Pemanasan
Semua olahraga pasti membutuhkan pemanasan terlebih dahulu. Untuk sekedar merenggangkan otot-otot sebelum bermain futsal. Tapi tips sederhana ini  terkadang sering dilupakan oleh teman-teman. Biasanya kalau sudah pegang bola, pengennya tendang-tendang saja atau langsung main. Padahal otot-otot belum sepenuhnya siap untuk melakukan aktifitas berat seperti main futsal. Apabila tidak melakukan pemanasan tentu saja rawan cidera seperti otot ketarik, kram atau keseleo. Dan ingat, menendang-nendang bola sebelum bermain bukan termasuk pemanasan (menurut saya). Dalam bermain futsal menurut saya ada beberapa bagian tubuh atau otot yang harus dipersiapkan sebelum bermain, sebagai berikut: 
  • Pergelangan Kaki, bagian tubuh yang satu ini sangat berperan dalam bermain futsal apalagi saat menendang, mendribel atau mengontrol bola. Bagian ini juga yang sering mengalami cidera saat bermain futsal. Sedikit pemanasan untuk pergelangan kaki mungkin akan sangat membantu mengurangi potensi cidera yang akan kita alami. Lakukan gerakan memutar-mutar pergelangan kaki dengan tumpuan ujung kaki, pastikan sampai anda rileks dan pergelangan tidak terasa kaku.
  • Betis, naik ke atas sedikit, bagian betis juga rawan cidera. Biasanya cideranya berupa kram/otot tertarik. Untuk pemanasannya cukup dengan melakukan lari-lari kecil sebelum bermain.
  • Lutut, bagian lutut juga harus mendapat porsi pemanasan yang cukup. Bagian ini sering terjadi benturan, apalagi lutut juga berfungsi untuk menopang tubuh kita saat bermain. Untuk pemanasannya bisa dengan berlari kecil namun lutut diangkat lebih tinggi (sejajar pinggul) atau squat jump kecil.
  • Otot Paha, selain itu bagian tubuh lain yang perlu mendapat pemanasan adalah otot paha. Otot paha merupakan pemberi kekuatan saat kita menendang bola. Mungkin kerja otot ini lebih keras dibanding otot-otot lain saat bermain bola. Untuk itu, jangan lupakan memberi porsi pemanasan yang cukup duntuk bagian ini. Pemanasan bisa dilakukan dengan melakukan perenggangan dibagian otot paha ini, misalnya mengangkang kemudian tubuh direndahkan sehingga bertumpu di lutut, badan dipalingkan ke kiri atau ke kanan sehingga terasa tarikan di paha. Atau bisa juga dengan mengangkat paha dan lutut sampai menempel perut, kemudian tarik lutut ke samping sehingga terasa tarikan di paha. Kombinasi lainnya terserah anda, yang intinya berfokus pada perenggangan otot paha.
  • Leher, bagian yang satu ini mungkin akan sering kita gunakan untuk menyundul bola saat bermain. Jadi perlu pemanasan juga, cukup dengan mengeleng-gelengkan kepala ke kanan dan kiri, ke atas dan bawah dan ke samping kanan dan kiri.
2. Pakai atribut futsal lengkap
 Tidak ada salahnya menggunakan perlengkapan futsal lengkap saat bermain. Ini bukan hanya sekedar gaya-gayaan, tapi juga memberi proteksi kepada kita akan potensi cidera yang bisa kita alami. Atribut bermain futsal yang minimal harus dipakai adalah:
  • Sepatu futsal, tentu saja harus menggunakan sepatu biar tidak lecet-lecet saat bermain atau kapalan. Pemilihan sepatu juga harus disesuaikan dengan keaadaan lapangan. Jika lapangan terbiat dari runput sintetis, sebagai anjuran pakai sepatu yang memiliki sedikit tonjolan (pull) untuk memperkuat cengkraman. Tapi kalau bermain di lapangan vinyl/karpet plastik/semen (pokoknya selain rumput sintetis) menurut saya pakai sepatu yang alasnya terbuat dari karet mentah (biasanya berwarna coklat dan agak lentur) daya cengkramnya lumayan bagus, sehingga meminimalisir kita terjatuh/terpeleset.
  • Kaos Kaki, untuk melindungi kaki di dalam sepatu biar tidak lecet.
  • Deker/Pelindung Tulang kering, perlu untuk pelindung tulang kering kaki kita. Namanya bermain futsal pasti akan sering terjadi benturan dengan lawan-lawan kita. Deker sangat membantu mengurangi resiko benturan keras saat terjadi benturan agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan.
  • Pelindung tumit, mungkin ini additional atribute saja untuk melindungi tumit kita saat bermain (karena beberapa orang sering memiliki cidera di bagian tumit). Namun sekarang banyak sepatu futsal modern sudah didesign untuk kenyamanan dan perlindungan tumit.
3. Ukuran Sepatu
Ini masih ada kaitannya dengan poin 2 di atas, pemilihan ukuran sepatu sangat menentukan peforma kita saat bermain. Sepatu yang kekecilan atau kebesaran sangat tidak baik untuk digunakan. Jika kekecilan maka akan berdampak pada aliran darah yang kurang ke kaki, sehingga saat setelah bermain kaki akan terasa mati rasa atau mungkin saja bisa terjadi kram otot. Bila kebesaran tentunya akan menganggu pergerakan saat bermain serta dapat mengakibatkan lecet-lecet. Pilihlah sepatu yang pas dengan ukuran kaki anda.

4. Balsem sebelum bermain
 Untuk beberapa orang, penggunaan balsem di bagian otot-otot yang rawan cidera (seperti betis dan otot paha) sering dilakukan untuk sekedar pemanas otot agar tidak kaku. Saya sendiri sih, sering melakukannya dan hasilnya juga lumayan, resiko cidera bisa berkurang. Tentunya juga dibarengi dengan pemanasan fisik juga.

5. Persiapkan Obat Cidera
Namanya cidera pasti bisa datang sekalipun kita sudah mempersiapkan fisik kita semaksimal mungkin untuk menghindarinya. Nah, tidak ada salahnya kit menyiapkan obat-obat pertolongan pertama saat cidera. Misalnya balsem otot, obat merah, spray otot, perban (haha untuk yang main tarkam) sekalian juga ambulance (just kidding).

Mungkin itu saja tips dari saya, untuk menghindari cidera semua tips di atas akan tidak berguan juga bila kita bermain dengan tidak sportif. So, enjoy the game and fair play.

Wisata Gunung Dempo Pagar Alam

Panorama Gunung Dempo
 Kalau anda sedang berkunjung ke Sumatera Selatan atau tepatnya ke Kota Pagar Alam, tidak ada salahnya mampir ke  Gunung Dempo. Yup, gunung ini merupakan gunung tertinggi di Sumatera Selatan, tingginya sekitar 3159 m dari permukaan laut. Suasana gunung hijau bertabur tanaman teh ini sangat cocok untuk memanjakan mata dan merilekskan pikiran. Udara dingin khas perkebunan teh selalu siap sedia untuk kita hirup. Akses untuk menuju gunung (tepatnya titik pendakian) ini sangat mudah dijangkau dari kota Pagar Alam, karena  telah dibangun sarana jalan yang memadai dan beraspal. Jadi untuk naik ke atas bisa ditempuh dengan mobil atau motor. Tapi ingat banyak kelokan tajam dan cura, so harus ekstra hati-hati.

Pabrik Teh
Pabrik Teh
Perkebunan teh tepat berada di kaki gunung dengan luas kurang lebih 4.000 hektar, seakan menyelimuti gunung Dempo. Perkebunan ini dibuka oleh penjajah Belanda tahun 1927 dan sekarang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara VII, Unit Usaha Gunung Dempo. Penduduk di sekitar gunung pun  mayoritas memiliki mata pencaharian sebagai petani teh. Dan uniknya kebanyakan dari penduduk adalah keturunan Jawa. Konon ceritanya dulu saat jaman penjajahan banyak pekerja dari pulau Jawa yang dibawa Belanda untuk menanam dan  mengolah teh di sini.

Tugu Rimau
Rimau Jump


Titik Pendakian Awal Gunung Dempo

Hal lain yang menarik lainnya adalah di puncak Dempo terdapat sebuah kawah yang sangat menakjubkan, di mana air kawah tersebut dapat berubah-ubah, kadang berwarna putih, biru, abu-abu dan hijau. Untuk melakukan pendakian ke puncak gunung, anda tinggal menuju ke titik awal pendakian yang aksesnya sangat mudah dijangkau dengan kendaraan. Di titik awal pendakian ini terdapat sebuah tugu yang disebut dengan tugu Rimau, sehingga warga sekitar juga sering menyebut titik awal pendakian itu dengan sebutan Puncak Rimau. Tugu berbentuk manusia harimau yang sedang membawa senapan ini dibangun pada saat Sumatera Selatan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional di tahun 2004 lalu. Dari tugu Rimau tersebut kita dapat melihat pemandangan Kota Pagar Alam dari ketinggian. Dan pasti pemandangan yang menakjubkan akan tersaji di hadapan kita untuk kita nikmati sepuasnya.

Kebon Teh Luasss
Di area perkebunan ini juga terdapat sarana olahraga para layang (tapi kini sudah mulai berkurang sih). Yang mana di bawah kaki gunung sudah tersedia tanah lapang tempat untuk pendaratan para layang. Di area pendaratan para layang tersebut terdapat juga area wisata yang biasa disebut Tangga Seribu. Entah kenapa warga sekitar tetap menyebut tempat itu Tangga Seribu, padahal di tempat tersebut jelas-jelas terdapat plang nama bertuliskan "Tangga 2001". ^^ Seperti namanya, obyek wisata ini berupa tangga yang berada di tengah kebun teh dengan background gunung Dempo. Sebenarnya tangga ini kalau dihitung mungkin tidak tepat 1000 atau malah 2001 (coba datang dan hitung sendiri, haha). Tempat ini sangat ramai dikunjungi wisatawan atau warga sekitar, biasanya mereka mampir disini untuk sekedar mengabadikan pemandangan indah ini dengan berfoto sebelum melanjutkan wisata ke puncak Rimau atau mendaki puncak Dempo.

Tangga 2001
Para wisatawan juga tidak harus repot-repot berkemah apabila ingin sedikit lama lagi menikmati suasana pegunungan berselimut teh ini. Karena di sekitar perkebunan teh ini tersedia hotel/wisma/penginapan yang dapat disewa oleh para wisatawan. Tentunya dengan view yang sangat menarik untuk dinikmati. Hmm, jadi bagi kalian yang tertarik untuk merasakan suasana Gunung Dempo Pagar Alam, silahkan saja datang ke tempat ini. Ya memang jauh sih untuk menuju tempat ini, butuh waktu sekitar 8 jam dari Palembang menuju Pagar Alam (via Lahat), belum lagi jalan yang berkelok dan menanjaki tebing-tebing. Tapi setelah sampai di tempatnya, semua itu akan terbayar dengan suasana dan pemandangan yang menakjubkan.. (haha, lebay dikit lah).
Kelok Jalan

Sudem dulu ceritanya, capek juga nulisnya. Udah buruan kesana aja deh. Jelajahi Indonesia. I Love Indonesia.